Desa Bajur, Waru, Pamekasan merupakan sebuah desa yang terletak di Kabupaten Pamekasan, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa ini memiliki sumber mata pencaharian utama yang didominasi oleh petani. Petani di Desa Bajur menggantungkan hidup mereka dari sektor pertanian dan mengelola lahan-lahan pertanian yang subur untuk menanam berbagai jenis tanaman. Desa Bajur memiliki potensi alam yang sangat mendukung kegiatan pertanian. Lahan pertanian di sekitar desa ini sangat subur dan subur, dan terdiri dari ladang-ladang hijau dan sawah yang luas. Petani di desa ini secara ahli mengelola lahan pertanian mereka, menggunakan teknik pertanian yang baik dan pengetahuan lokal yang turun temurun.
Mata pencaharian petani di Desa Bajur mencakup berbagai kegiatan pertanian. Mereka menanam berbagai jenis tanaman pangan seperti padi, jagung, cabai, kacang-kacangan, dan sayuran. Selain itu, beberapa petani juga terlibat dalam perkebunan dengan menanam tanaman seperti kelapa, pisang, dan buah-buahan lainnya.
Berikut data terkait potensi hasil pertanian desa Bajur dari tahun ke tahunNo | Komoditas | Produksi/tahun (ton) | |||
---|---|---|---|---|---|
2018 | 2019 | 2020 | 2021 | ||
1. | Tanaman Pangan | ||||
Padi | 770 | 670 | 878 | 845 | |
Jagung | 300 | 350 | 400 | 500 | |
Kedelai | - | - | - | - | |
Ubi Kayu | - | - | - | - | |
2. | Perkebunan | ||||
Kelapa | 5 | 7 | 4 | 4 | |
Kopi | - | - | - | - | |
Tembakau | 108850 | 9830 | 10420 | 19112 | |
Berdasarkan data yang ada, tembakau merupakan komoditas utama yang dihasilkan oleh petani di Desa Bajur. Tanaman tembakau ini tumbuh subur di lahan-lahan pertanian di sekitar desa. Petani di Desa Bajur telah lama menguasai teknik bercocok tanam tembakau yang baik dan menghasilkan kualitas tembakau yang bagus. Hasil tani tembakau dari desa ini menjadi sumber pendapatan utama bagi penduduk, dan juga menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah. Tembakau tumbuh dengan subur di sepanjang lahan pertanian desa ini.
Salah satu alasan mengapa tembakau tumbuh dengan subur di sepanjang lahan pertanian Desa Bajur adalah iklim yang mendukung. Desa ini memiliki kondisi iklim yang ideal untuk pertumbuhan tembakau. Iklim subtropis dengan curah hujan yang cukup dan suhu yang hangat sepanjang tahun menciptakan kondisi yang cocok untuk tanaman tembakau. Sinar matahari yang cukup membantu dalam fotosintesis dan pertumbuhan daun tembakau yang lebat.
Selain itu, tanah di Desa Bajur juga sangat subur dan kaya akan nutrisi. Lahan pertanian desa ini diperkaya oleh aliran sungai yang melintasi daerah tersebut. Air sungai mengandung mineral yang berguna bagi pertumbuhan tanaman tembakau. Selain itu, petani di Desa Bajur juga menggunakan teknik pertanian yang baik, seperti pemupukan yang tepat, pengendalian hama yang efektif, dan sistem irigasi yang baik, yang semua itu membantu dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil tembakau.
Selama bertahun-tahun, masyarakat Desa Bajur telah mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tembakau. Mereka menggunakan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun untuk memastikan kualitas dan hasil tembakau yang terbaik. Petani di Desa Bajur dengan penuh dedikasi merawat tanaman tembakau mereka dari awal hingga panen. Mereka memperhatikan setiap detail dalam proses penanaman, perawatan, pemanenan, dan pengeringan tembakau, sehingga menghasilkan tembakau berkualitas tinggi yang dikenal di seluruh daerah.
Selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Bajur, pertanian tembakau juga telah menjadi bagian integral dari budaya dan identitas desa ini. Petani tembakau di Desa Bajur menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional dan menjaga keberlanjutan lingkungan sekitar mereka. Mereka menjalankan praktik pertanian yang berkelanjutan dan bertanggung jawab untuk memastikan tanaman tembakau mereka tetap subur dan kualitas lingkungan tetap terjaga. Desa Bajur adalah sebuah tempat yang indah, di mana tembakau tumbuh subur di sepanjang lahan pertanian. Masyarakatnya dengan bangga menjaga warisan pertanian mereka, sementara mereka juga merayakan keindahan alam dan budaya lokal.
0 Comments