Desa Bajur berasal dari kata “ BAJUR” dimana kata bajur tersebut berasal dari pohon besar yang bernama “BAJUR” yang terdapat di desa bajur. Asal-usul desa Bajur menurut cerita orang-orang terdahulu dengan dasar dari cerita para sesepuh desa Bajur menceritakan bahwasannya dahulu ada sebuah pohon yang besar dan rindang (rampak) dengan ukuran lingkar lebih kurang 5 meter. Pohon tersebut terletak di tengah-tengah perbatasan antara Kresek dan Batu Gajah. Pohon itu bernama pohon Kesambi yang mempunyai dua cabang besar mengarah ke selatan dan utara, yang pada akhirnya untuk memberikan nama pada desa yang ada di sebelah selatan pohon kesambi tersebut berdasarkan musyawarah para sesepuh Desa disepakati diberi nama “Bajur”.

Dari sinilah awal mulanya nama desa bajur tercipta. Kesepakatan memberi nama desa Bajur itu dilaporkan kepada pemerintah pada zaman itu untuk disetujui dan sampai sekarang tidak ada perubahan, yaitu Bajur. adapun nama lain dari desa Bajur ini adalah Batu Gajah. Hal ini dikarenakan di tengah-tengah area persawahan di bagian tenggara dan di desa ini terdapat sebuah batu yang bentuknya menyerupai bentuk gajah yang sedang duduk. Sehingga disamping nama formal Bajur juga dikenal dengan istilah nama Batu Gajah.

Dilihat dari daerahnya, memang Desa Bajur ini merupakan desa yang sangat luas wilayahnya. Terdiri dari 8 Dusun dan merupakan daerah perbukitan yang bersemak belukar. Di desa bajur ini dulunya dikenal sebagai tempat orang yang memiliki kewibawaan tinggi serta kedigdayaan, sehingga masyarakat sekitar sering menyebut desa Bajur adalah singkatan dari kata “Baik dan Jujur”. Adapun asal mula nama Bajur berasal dari kata “Bujur” yang dalam bahasa madura berarti “Tedhung Kakoh” atau dalam bahasa Indonesia artinya “Membujur Kaku”.

Desa Bajur terletak di wilayah Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa tetangga. Di sebelah utara berbatasan dengan desa Ragang. Di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Palalang. Di sisi barat berbatasan dengan Desa Tampojung Tengah dan sisi Timur berbatasan dengan desa Parancak, Sumenep. dan secara topografi ketinggian desa ini adalah berupa dataran Bukit dengan ketinggian sekitar 500 m diatas permukaan air laut.

Dilihat dari daerahnya memang desa Bajur ini merupakan Desa yang sangat luas wilayahnya yang terdiri dari 8 dusun dan merupakan daerah perbukitan yang bersemak belukar. Adapun 8 dusun tersebut yaitu Dusun Klerker, Dusun Pandengkek, Dusun Gunung, Dusun Ponduk, Dusun Barangkun, Dusun Bisolah, Dusun Aresan, dan Dusun Bajur. Masing-masing dusun dipimpin oleh seorang Kepala Dusun atau Pamong Desa. Adapun seorang pemimpin desa biasa disebut kepala desa seperti yang kita kenal saat ini. Dari masa berdirinya sampai sekarang desa Bajur telah mengalami pergantian seorang pemimpin desa/kepala desa antara lain sebagai berikut:

  1. Kades Abdul Mukti
  2. Kades Kasmito
  3. Kades Tuki
  4. Kades Taryo 1987 s/d 1995
  5. Kades H. Sinal 1995 s/d 2003
  6. Kades Saiful Bahri 2003 s/d 2008
  7. Kades Zainal 2008 s/d 2015
  8. Kades Saiful Bahri 2016 s/d 2021
  9. Kades Abd Wakid 2022 s/d 2027