Desa Bajur kecamatan Waru merupakan salah satu desa dengan tingkat stunting yang bisa dikatakan tinggi. Stunting merupakan salah satu bentuk masalah gizi kronis yang terjadi akibat kurangnya asupan gizi yang memadai dalam jangka waktu yang panjang. Kondisi ini menyebabkan terganggunya pertumbuhan pada anak-anak, sehingga tinggi badan mereka menjadi lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Meskipun demikian, seringkali masyarakat salah menganggap bahwa kondisi tubuh pendek hanyalah faktor genetika dan tidak ada kaitannya dengan masalah kesehatan. Namun, fakta sebenarnya adalah bahwa faktor genetika hanya memiliki pengaruh kecil terhadap kondisi kesehatan seseorang dibandingkan dengan faktor lingkungan dan pelayanan kesehatan.
Stunting umumnya mulai terjadi pada masa perkembangan janin di dalam kandungan dan gejalanya baru terlihat secara nyata saat anak mencapai usia sekitar dua tahun. Selama periode ini, pertumbuhan anak terhambat dan tubuh mereka tidak mencapai tinggi yang seharusnya. Gejala-gejala stunting ini dapat diidentifikasi, seperti:
- Tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia anak.
- Berat badan yang lebih rendah dari standar normal.
- Ukuran kepala yang lebih kecil dari standar normal.
- Keterlambatan dalam perkembangan motorik dan kognitif.
- Keterbatasan daya tahan tubuh dan rentan terhadap penyakit.
Penting untuk memahami bahwa stunting bukanlah masalah yang hanya terkait dengan faktor genetika semata. Faktor-faktor lingkungan, seperti kurangnya asupan gizi yang memadai, pola makan yang tidak sehat, sanitasi yang buruk, serta akses terbatas terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, juga berperan penting dalam terjadinya stunting. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanggulangan stunting perlu melibatkan pendekatan yang komprehensif, termasuk peningkatan kesadaran masyarakat, perbaikan akses terhadap gizi yang baik, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan sanitasi.
Salah satu upaya guna menangani masalah stunting didesa Bajur adalah melakukan sosialisasi masalha stunting kepada warga setempat serta mendemonstrasikan cara pembuatan makanan yang bergizi untuk anak-anak. Hal tersebut dilakukan oleh Kelompok KKN-T 55 Universitas Trunojoyo Madura yang mempunyai program kerja sosialisasi stunting dan demonstrasi pembuatan pepees tahu dan ayam kepada warga setempat dengan berkolaborasi dengan bidan yang ada didesa Bajur. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 7 Juli 2023 di dusun Bisolah desa Bajur. Berikut adalah dokumentasi kegiatan mahasiswa KKN-T 55 Universitas Trunojoyo Madura.
0 Comments